Banyak pemilik website UMKM Tangerang datang ke kami dengan keluhan yang sama. "Website sudah ada dari dua tahun lalu, tapi tidak pernah ada yang menghubungi dari sana." Saat kami cek, penyebabnya hampir selalu bukan satu hal besar. Sebaliknya, ada beberapa kesalahan kecil yang menumpuk. Kabar baiknya, sebagian besar bisa Anda perbaiki sendiri, dan sisanya tidak mahal.
Berikut tujuh kesalahan yang paling sering kami temukan pada website UMKM Tangerang, dari Ciledug, Cipondoh, Karawaci, Serpong, sampai Pamulang. Urutannya dari yang paling sering muncul.
1. Website tidak menyebut kota atau wilayah sama sekali
Ini kesalahan nomor satu. Orang mencari "catering Tangerang", "bengkel mobil Ciledug", atau "les privat BSD". Kalau nama wilayah Anda tidak ada di judul halaman, di H1, dan di isi teks, Google tidak punya alasan untuk menampilkan website Anda. Sebagus apa pun produknya, hasilnya tetap sama.
Cara memperbaiki: tulis ulang judul beranda menjadi "[Layanan] di [Wilayah] – [Nama Bisnis]". Misalnya, "Catering Nasi Box Ciledug & Tangerang – Dapur Ibu Ani". Kemudian, cantumkan alamat lengkap di footer setiap halaman. Kalau Anda melayani beberapa wilayah, sebutkan secara wajar di teks: "Kami mengantar ke Ciledug, Karang Tengah, Larangan, dan Bintaro."
2. Belum punya Google Business Profile
Untuk pencarian lokal, Google menampilkan tiga bisnis dari Google Maps di posisi paling atas. Posisinya di atas hasil website biasa. Kalau bisnis Anda belum punya profil di sana, Anda otomatis kalah dari tetangga yang punya. Ini berlaku meskipun website Anda lebih bagus.
Cara memperbaiki: buat profil di Google Business Profile. Pakai nama bisnis dan alamat yang persis sama dengan yang ada di website. Lalu, cantumkan alamat website Anda di profil itu. Unggah foto tempat usaha, isi jam buka, dan minta 5–10 pelanggan pertama memberi ulasan. Panduan lengkapnya ada di artikel Local SEO: Panduan Optimasi Google Business Profile.
3. Lambat saat pengunjung membukanya di HP
Sebagian besar pencarian lokal datang dari ponsel, sering dengan koneksi seluler yang tidak stabil. Website yang butuh lebih dari 3–4 detik untuk tampil akan pengunjung tinggalkan sebelum sempat mereka baca. Google mencatat itu. Penyebab umumnya ada tiga. Pertama, foto produk berukuran 3–5 MB langsung dari kamera. Kedua, terlalu banyak plugin. Ketiga, hosting murah yang berbagi dengan ratusan website lain.
Cara memperbaiki: kompres semua foto ke bawah 200 KB; banyak alat gratis untuk ini. Kemudian, hapus plugin yang tidak Anda pakai. Setelah itu, cek kecepatan dengan alat Cek Skor SEO gratis kami atau PageSpeed Insights dari Google. Kalau skornya di bawah 50 dan websitenya memakai template lama, kadang lebih hemat membuat ulang daripada menambal.
4. Satu halaman untuk semua layanan
Banyak website UMKM Tangerang hanya punya beranda, tentang kami, dan kontak. Lima layanan lalu berjejal di satu halaman. Akibatnya, website itu hanya bisa bersaing untuk satu kata kunci. Padahal, orang mencari layanan secara spesifik.
Cara memperbaiki: buat satu halaman untuk setiap layanan atau kategori produk utama, masing-masing dengan judul yang jelas. Misalnya, bengkel punya halaman sendiri untuk "servis AC mobil", "ganti oli", dan "spooring balancing". Klinik punya halaman untuk tiap tindakan. Setiap halaman minimal 300–500 kata yang menjelaskan apa, untuk siapa, dan berapa lama. Cara menemukan kata kunci yang tepat untuk tiap halaman ada di artikel Cara Riset Kata Kunci untuk Bisnis Lokal.
5. Tidak ada tombol yang jelas untuk menghubungi
Ini bukan masalah peringkat, tapi masalah hasil. Kami sering melihat website UMKM Tangerang yang sudah dapat pengunjung, tapi nomor teleponnya hanya ada di halaman kontak. Nomornya tidak bisa pengunjung ketuk, dan tidak ada tombol WhatsApp. Faktanya, pengunjung dari HP tidak akan menyalin nomor secara manual.
Cara memperbaiki: pasang tombol WhatsApp yang mengambang di setiap halaman. Lalu, buat nomor telepon bisa langsung memanggil lewat tautan tel:. Letakkan juga ajakan menghubungi di bagian atas dan bawah setiap halaman layanan. Sebutkan jam respons, misalnya "kami balas dalam 1 jam pada jam kerja".
6. Belum masuk Google Search Console
Search Console adalah alat gratis dari Google. Ia memberi tahu halaman mana yang sudah masuk indeks, kata kunci apa yang mendatangkan pengunjung, dan masalah teknis apa yang Google temukan. Tanpa ini, Anda tidak tahu apakah Google sudah melihat website Anda. Kami pernah menemukan website UMKM yang dua tahun tidak masuk indeks sama sekali. Penyebabnya satu pengaturan "noindex" yang vendor lupa hapus.
Cara memperbaiki: daftarkan website di Search Console dan verifikasi kepemilikannya. Kemudian, kirim sitemap dan cek laporan "Halaman". Di sana Anda bisa melihat halaman mana yang belum masuk indeks beserta alasannya. Lakukan ini sekali, lalu cek sebulan sekali.
7. Tidak pernah ada pembaruan sejak website jadi
Bayangkan website UMKM Tangerang yang terakhir berubah tahun 2023, dengan harga lama dan berita "Selamat Tahun Baru 2024". Bagi Google dan calon pelanggan, itu sinyal bahwa bisnis ini mungkin sudah tidak aktif. Sebaliknya, Google cenderung memprioritaskan website yang menunjukkan tanda kehidupan.
Cara memperbaiki: tidak perlu menulis artikel setiap minggu. Cukup perbarui harga dan foto saat berubah. Selain itu, tambahkan satu halaman atau artikel per bulan tentang pertanyaan yang sering pelanggan tanyakan. Misalnya, "Berapa lama pengerjaan?" atau "Apa bedanya paket A dan B?". Terakhir, pastikan tahun di footer selalu benar.
Urutan memperbaiki website UMKM Tangerang kalau waktu Anda terbatas
Kalau hanya sempat mengerjakan tiga hal minggu ini, mulai dari sini. Pertama, verifikasi Google Business Profile (nomor 2). Kedua, tambahkan nama wilayah di judul dan teks beranda (nomor 1). Ketiga, pasang tombol WhatsApp (nomor 5). Tiga hal ini gratis dan bisa selesai dalam satu sore. Biasanya hasilnya mulai terasa dalam beberapa minggu. Setelah itu, baru urus kecepatan (nomor 3) dan halaman per layanan (nomor 4). Dua hal terakhir ini mungkin butuh bantuan teknis.
Kapan sebaiknya minta bantuan?
Ada tiga tanda website Anda perlu fondasi baru. Pertama, websitenya memakai template lama. Kedua, skornya di bawah 50 di alat cek kecepatan. Ketiga, Anda tidak bisa mengeditnya sendiri. Kalau ketiganya terjadi, biasanya lebih hemat membuat ulang daripada menambal satu per satu. Untuk website UMKM Tangerang, kami menyediakan paket khusus UMKM dan Local SEO. Paket ini menggabungkan perbaikan website, Google Business Profile, dan halaman per layanan. Targetnya jelas: muncul di pencarian lokal untuk wilayah yang Anda layani. Untuk pembuatan ulang, lihat layanan pembuatan website kami. Untuk optimasi menyeluruh, ada layanan SEO.
Langkah pertama yang paling mudah: masukkan alamat website Anda ke alat Cek Skor SEO gratis kami. Anda akan langsung melihat mana dari tujuh kesalahan di atas yang ada di website Anda. Kalau ingin mengecek lebih rinci, ikuti sepuluh langkah di artikel Cara Cek Apakah Website Anda Ramah SEO.
Pertanyaan umum tentang website UMKM Tangerang
Berapa lama sampai website UMKM muncul di Google setelah perbaikan?
Perubahan di Google Business Profile biasanya tampak dalam 1–3 minggu. Sementara itu, perubahan di website seperti judul dan halaman baru butuh 2–8 minggu. Lamanya bergantung pada seberapa sering Google mengunjungi website Anda.
Apakah UMKM perlu bayar iklan supaya muncul di Google?
Tidak wajib. Untuk pencarian lokal dengan nama wilayah, bisnis dengan profil Google dan website yang rapi bisa muncul secara gratis. Namun, iklan membantu mempercepat sambil hasil organik tumbuh.
Lebih penting website atau Google Business Profile?
Keduanya penting. Namun, kalau harus memilih yang pertama, mulailah dari Google Business Profile. Alasannya, profil ini gratis dan paling cepat berdampak untuk pencarian lokal. Website memperkuatnya dan menangkap pencarian yang lebih spesifik.
Vendor pembuat website saya sudah tidak bisa saya hubungi. Bagaimana?
Cek dulu apakah domain dan hosting atas nama Anda. Kalau ya, vendor baru bisa mengambil alih. Kalau tidak, hubungi penyedia domain untuk proses pemulihan kepemilikan. Karena itu, kami selalu menyarankan domain atas nama pemilik bisnis.



